Tanaman Obat Keluarga : Sebuah Cara Pengobatan Alternatif Bagi Warga RT 006 RW 004 Desa Taraju

Sabtu (14-07) pagi, Tim KKN UGM dari klaster agro dan medika melakukan kunjungan di Posyandu RT 6 Cinerang, Dusun Caringin. Kunjungan ini bermaksud untuk melakukan penyuluhan tentang tanaman obat keluarga (toga). Penyuluhan toga ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh Tim KKN UGM tahun ini di Desa Taraju. “Penyuluhan tanaman obat keluarga ini penting karena masyarakat desa belum mengetahui manfaat dari tanaman yang biasa mereka gunakan sebagai bumbu dapur,” tutur Agung Basyar, selaku perwakilan dari klaster agro.

Kegiatan dimulai dengan bincang-bincang mengenai posyandu di RT 6 dan pengalaman para kadernya di bidang obat tradisional. Kebanyakan dari peserta sudah pernah menanam toga tetapi belum memanfaatkannya secara maksimal. Peserta yang hadir pun tidak hanya para kader posyandu tetapi juga para ibu rumah tangga di RT 6.

Selanjutnya, Tim KKN UGM menjelaskan tanaman-tanaman apa saja yang mempunyai khasiat sebagai obat alternatif. Diantaranya adalah bawang merah, kunyit, dan jahe. “Bawang merah untuk menurunkan kolesterol, kunyit untuk menghambat peradangan, dan jahe untuk mengatasi masalah pencernaan,” terang Dina (Farmasi UGM 2015).

Tidak hanya itu, Tim KKN UGM juga memperagakan cara penanaman toga ini lewat polybag maupun pot. Marianti (Ilmu Tanah UGM 2015) dan Karina Dyah (Kedokteran Hewan UGM 2015) turut mendampingi Agung dalam menunjukkan langkah-langkah penanaman kepada para peserta. Menurut Marianti dan Karina, media tanam polybag akan memudahkan dalam perawatan tanaman, menghemat lahan, dan pemakaian pupuk.

Selain itu, Tim KKN UGM juga membagikan berbagai tips agar tanaman obat dapat tumbuh subur dan sehat. Agung mengatakan bahwa tanah harus digemburkan terlebih dahulu agar umbi tanaman toga dapat berukuran lebih besar. Karina juga menambahkan bahwa toga tidak perlu disiram terlalu sering mengingat cuaca di Taraju yang lembab.

Mahasiswa memperagakan cara penanaman TOGA.
Seusai membagikan tips-tips menanam yang baik, Tim KKN UGM memberikan bibit toga dan perlengkapan untuk menanam kepada posyandu RT 6. Epi Susilawati mengaku senang dengan antusiasme para peserta dan Tim KKN UGM yang memberikan penyuluhan. “Dengan adanya penyuluhan dari teman-teman KKN, saya berharap para peserta yang hadir dapat lebih memahami toga dan mempraktikannya sebagai obat tradisional,” pungkas Ketua Posyandu RT 6 tersebut.

Oleh: Kenny Setya Abdiel dan Intan P. Arum

Coment atuh

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan