Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi Netizen Fair 2018

Sehubungan dengan diadakannya Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi Netizen Fair 2018 di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno  Jakarta, 23 – 24 November 2018 para pandu desa se-kabupaten Tasikmalaya mengikuti workshop tersebut.

Proses perjalanan menuju pusdiklat kominfo (Dokumen taraju.sideka.id-Nia)

Pemberangkatan dilakukan pada Kamis, 22 November 2018, pukul 23.00 WIB, Titik Penjemputan, Kantor Desa Papayan, Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya.

Setibanya di tempat workshop,
Sesi pertama untuk mencairkan suasana, Bang kicuy stand up comedy.

Standar up comedy Bang Kicuy (Dokumen taraju.sideka.id-Nia)

Sesi kedua,  Bapak Aris kurniawan dari kominfo.
Pembahasan tentang literasi digital dan Siberkreasi.

Sesi kedua, Aris Kurniawan dari kominfo (Dokumen taraju.sideka.id-Nia)

Literasi digital adalah ketertarikan, sikap, dan kemampuan individu menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat, dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.
Langkah literasi digital.
Literasi harus direvolusi untuk mencerdaskan masyarakat milenial. Perlu juga percepatan program akselerasi literasi dengan beberapa langkah. Pertama, pemahaman paradigma literasi tidak hanya membaca dan bahan bacaan bukan hanya manual, melainkan juga digital. Literasi tidak sekadar membaca dan menulis, namun juga keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan berbentuk  cetak, visual, digital, dan auditori.

Kedua, pemenuhan akses internet di semua wilayah. Meski di ini kita berada di “benua maya”, namun masih banyak wilayah di Indonesia yang belum bisa mengakses Internet. Dengan menyediakan akses Internet, maka literasi digital akan semakin mudah. Suatu tempat yang tidak ada perpustakaannya juga bisa diganti e-library.

Ketiga, implementasi konsep literasi di semua lembaga pendidikan. Kemendikbud (2017:2) merumuskan gerakan literasi secara komprehensif. Yaitu literasi dasar (basic literacy), literasi perpustakaan (library literacy), literasi media (media literacy), literasi teknologi (technology literacy) dan literasi visual (visual literacy).

Selama ini, yang mendapat akses pengetahuan literasi hanya pelajar, mahasiswa, guru, dosen, petugas perpustakaan dan lainnya. Maka gerakan literasi yang digagas Kemendikbud harus didukung. Mulai dari gerakan literasi dalam keluarga, sekolah dan gerakan literasi nasional.

Keempat, menumbuhkan rasa cinta pada ilmu pengetahuan, kebenaran dan fakta. Hal itu tentu harus terwujud dalam kegiatan membaca yang diimbangi validasi, baik membaca digital maupun manual.

Kelima, masyarakat harus mengubah gaya hidupnya yang berawal dari budaya lisan, menjadi budaya baca. Rata-rata masyarakat tidak membaca karena faktor kesibukan mencari nafkah, tidak suka membaca, dan tidak adanya bahan bacaan.

Bahkan, mereka tidak tahu bahan bacaan berkualitas itu seperti apa. Di sinilah perlu adanya edukasi literasi kepada masyarakat secara luas. Harus ada budaya baca yang diciptakan keluarga dan kelompok masyarakat daripada “ngobrol doang” yang tak ada gunanya.
SiBerkreasi merupakan gerakan nasional untuk menanggulangi ancaman potensi bahaya terbesar yang sedang dihadapi oleh Indonesia, yaitu penyebaran konten negatif melalui internet seperti hoax, cyberbullying dan online radicalism.

Upaya penanggulangan dilakukan dengan cara menyosialisasikan literasi digital ke berbagai sektor terutama pendidikan. Di antaranya, dengan mendorong dimasukkannya materi literasi digital ke dalam kurikulum formal. Gerakan ini juga mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi menyebarkan konten positif melalui internet dan lebih produktif di dunia digital.

SiBerkreasi hadir dari inisiatif bersama berbagai kalangan, komunitas peduli, swasta, akademisi, masyarakat sipil, pemerintah dan media.

Siberkreasi adalah wadah kolaborasi dan sinergi 92 lembaga dan komunitas untuk peningkatan literasi digital masyarakat Indonesia yang dideklarasikan pada tanggal 28 Oktober 2017.

Sejauh ini siberkreasi bersama dengan para pendukungnya telah melakukan workshop/kegiatan literasi digital di 297 lokasi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia dan telah menjangkau lebih dari 125.000 orang.
#Linimasa asik tanpa gorengan politik.
#Diakhir hari kita semua sodara.
Pulang pada Jum’at, 23 November 2018, pukul 16.30 WIB, titik kumpul Parkiran Bis.

Pembahasan tentang KIM, Bapak Solihin Nurudin (Dokumen taraju.sideka.id-Nia)

Di perjalanan,  Bapak Solihin Nurudin membahas tentang Pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat di setiap desa yang terdiri dari Ketua,  Sekretaris,  Bendahara dan anggota.

Coment atuh

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan