Sumber Ekonomi Pinus Mekusii Kedusunan Panggungsari Desa Taraju

Taraju.sideka.id – Secara Geografis dan secara administratif Desa Taraju merupakan salah satu dari 9 Desa di Kecamatan Taraju, dan memiliki luas Wilayah 543,2 Ha. Secara topografis terletak pada ketinggiaan 900 meter diatas permukaan air laut.

Getah pohon pinus, sumber ekonomi Masyarakat

Lahan di Desa Taraju sebagian besar merupakan tanah kering sebesar ± 45% dan tanah sawah sebesar 55%. Sebagian besar penduduk Desa Taraju bekerja pada sektor Pertanian. Salah satu dari 4 Kedusunan yang ada di Taraju, yaitu Kedusunan Panggungsari merupakan Kedusunan yang di dalamnya terdapat beberapa lahan hutan.

Hutan merupakan sumber daya alam yang banyak berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Manusia melakukan interaksi dengan hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hutan memiliki berbagai aspek manfaat bagi kehidupan manusia baik manfaat langsung yang dirasakan maupun yang tidak langsung. Hutan menghasilkan tanaman yang bermanfaat bagi manusia, contohnya yaitu tanaman pinus. Pinus mekusii merupakan satu – satunya jenis pinus yang tumbuh asli di Indonesia. Termasuk dalam jenis pohon serba guna yang terus menerus dikembangkan.

Tanaman pinus memiliki begbagai manfaat, terutama untuk industri dan kesehatan. Salah satunya dalam bidang industri, yaitu dimanfaatkan sebagai bahan membuat cat, pelapis ban, tinta, plastik, bahan baku pembuatan sabun, semir sepatu, serta membuat lem. Sedangkan dalam bidang kesehatan, tanaman pinus dapat meredakan stres yaitu dengan menggunakan aroma terapi dari getah pinus yang dihirup perlahan – lahan.

Salah satu tempat peristirahatan para penyadap getah pinus

Begitupun dengan masyarakat Kedusunan Panggungsari, yang mayoritas mata pencahariannya tertumpu pada tanaman pinus (menyadap pohon pinus). Salah satu masyarakat penyadap pohon pinus, yaitu Ibu Juju,  ia bisa menghasilkan sekitar 500 kg/bulan dengan harga 3.100/kg. Jika dikalkulasikan maka penghasilan beliau per bulan sekitar 1.500.000,-. Menyadap pohon pinus merupakan sumber ekonomi bagi mereka. Pekerjaan menyadap pohon pinus telah dilakukan masyarakat beberapa puluh tahun, bahkan tanpa disadari pekerjaan tersebut dilakukan mereka telah berlangsung secara turun temurun. Keberadaan hutan pinus ini, patut kami syukuri karena sejatinya manusia tidak akan lepas dari alam.

Coment atuh

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan