Pengajian Rutin Bulanan Desa Taraju “Lima Kunci Rumah Tangga Bahagia Menurut Islam”

Sambutan sekretaris desa taraju, Bapak Dadan Hadiana

Taraju.sideka.id – Pada Hari Rabu, tanggal 26 Desember 2018 telah diselenggarakan pengajian bulanan Desa Taraju. Bertempat di aula kantor Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Dihadiri aparat desa taraju, tokoh masyarakat, pengurus bumdes, serta warga desa Taraju.
Pembawa acara selaku Kesra Desa Taraju, Bapak Iik Abdul Solihs memimpin acara dengan ucapan basmalah bersama – sama. Selanjutnya sambutan dari Sekretaris Desa Taraju, Bapak Dadan Hadiana yang menuturkan bahwa kita sebagai umat Islam untuk tidak ikut serta dalam perayaan Tahun Baru Masehi. Disebabkan banyak terjadi bencana. Dihimbau agar kita selalu waspada.

Pembawa acara, kesra Desa Taraju Bapak Iik Abdul Solihs

Selanjutnya pembacaan ayat suci al – qur’an oleh saudari Rima Adawiah. Lanjut ke acara pokok yaitu tausiah dari Ustadz Enas, dengan tema “Lima Kunci Rumah Tangga Bahagia Menurut Islam”Rumah tangga yang bahagia adalah dambaan setiap pasangan yang sudah menikah. Rumah tangga yang bahagia tentu tidak dapat terjadi tanpa adanya proses dan pembelajaran dari masing-masing pasangan. Hal ini dikarenakan kebahagiaan dalam rumah tangga bukanlah sebagai hasil yang tiba-tiba melainkan tahapan yang membutuhkan jatuh bangunnya usaha.

Pembacaan ayat suci al – qur’an, Sodari Rima Adawiah

Pertama, kesatuan rumah tangga. Kesatuan dalam rumah tangga tentu sangat diperlukan dan harus disiapkan sebelum pasangan ini lebih lanjut menjalankan kehidupan berumah tangga. Kesatuan ini berkaitan dengan bagaimana arah dan dengan apa rumah tangga ini akan dijalankan.
Kedua, niat ibadah. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah, bahwa setiap amalan tergantung kepada niatnya. Niat yang buruk walaupun amalan terlihat baik tentu bernilai buruk dan keliru. Tentu saja hal ini tidak bisa menjadi pahala di hadapan Allah SWT.

Ketiga, peran istri. Peran istri yang menjadi kunci adalah Mengelola Amanah dan Harta Suami, Melayani dan Mensupport Pekerjaan Suami, tentunya adalah pekerjaan yang halal, Sebagai ibu jika sudah memiliki keturunan, dan berperan untuk mendidik anak-anak, Memberikan kenyamanan dan kasih sayang pada suami, serta menjaganya dari perbuatan maksiat, Tidak mempersulit suami dalam menghasilkan nafkah yang halal, Menglola Aset rumah tangga.
Keempat, menjalankan peran suami yaitu Menjadi pemimpin keluarga, Memberikan nafkah dan memastikan finansial keluarga dapat terpenuhi, Memberikan nafkah batin pada istrinya, Menjadi pendidik bagi istri dan anak anaknya, Mengatur keluarga dengan nilai-nilai yang sudah ditetapkan sebelumnya, sesuai dengan nilai-nilai islam.
Kelima, Saling Memahami dan Menutupi Kekurangan, Suami dan istri dalam rumah tangga masing-masing memiliki fungsi tersendiri, karater yang berbeda, dan juga latar belakang yang bermacam-macam. Untuk itu,dalam rumah tangga yang ingin bahagia tentu saja harus saling memahami dan menutupi kekurangan.
Terakhir, berdo’a bersama – sama dan puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran acara pengajian bulanan Desa Taraju.

Coment atuh

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan