Pertemuan Bersama KEIN ( Komite Ekonomi Industri Nasional) dan GDE (Gerakan Desa Emas)

Taraju.sideka.id – Desa Taraju merupakan Desa yang memiliki potensi salah satunya di bidang Pariwisata. Ada tempat – tempat menarik yang dapat dikunjungi untuk berwisata ke Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Namun, harus ada upaya agar wisata Desa Taraju dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Taraju. Salah satu upaya nya yaitu bekerjasama dengan KEIN ( Ekonomi Industri Nasional) dan GDE (Gerakan Desa Emas).

Proses Diskusi Bersama KEIN, dan Team Gerakan Desa Emas

Pertemuan bersama KEIN dan GDE di rumah H Ena selaku pengusaha teh “mimitea” yang bertujuan meningkatkan kekompakan antar desa se – kecamatan Taraju menuju Gerakan Desa Emas.

Sekilas tentang desa Emas,

Desa Emas : Enterpreneur, Mandiri, Aman, dan Sejahtera. 5 Pilar Desa EMAS, dan penjelasannya:

1. Bina Karakter/Ahlak

Perlunya pembinaan karakter (sifat, perilaku, budaya, dll) yang manifestasinya adalah perilaku yang jujur, adil, peduli, disiplin, tanggung-jawab, visioner, dan kerjasama (7 Budi UtSinDaningga segala perbuatan apakah dalam bersosialisasi dan berusaha akan positif. Etos kerja, disiplin waktu terutama memenuhi target kontrak penjualan dengan pihak ke-3, tanggung-jawab terhadap kualitas produk dan tidak curang, dll. Selain itu, di pilar ini termasuk pendidikan ilmu pengetahuan, kebiasaan spiritual, dan vokasional (budi daya, bagaimana melaksanakan citra branding dll). Ini semua menyangkut pelatihan untuk membuka bentukan-pemikiran (mind-set)

 

2. Bina Saudara

Pilar ini membicarakan pentingnya bahu-membahu, bergotong-royong, saweran/jimpitan sebagai bentuk kesatuan persatuan (berjamaah), dan tentunya akan lebih baik lagi dalam bentuk kelembagaan apakah Koperasi Desa dan atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Karena, bila berbadan hukum akan lebih dapat dipertanggungjawabkan, apakah nanti akan melakukan kerjasama dengan pihak ke-3 dan atau memperbesar kapasitas permodalan dengan Lembaga Keuangan Bank/Non-bank. Keterkaitan dengan Pilar-1 tentu kelembagaan ini juga ada pelatihannya, misalnya bagaimana mengelola koperasi dengan baik dan benar, terutama untuk manajerial dan pembukuan, dua hal yang pasti di sorot oleh perbankan/investor.

 

3. Bina Sinergi

Pepatah mengatakan, “Serahkan kepada ahlinya, bila tidak akan menuju kehancuran”. Pilar-3 Gerakan Desa Emas memiliki komponen A s/d G, yaitu: ACADEMY, perlunya keterlibatan akademisi atau lembaga pendidikan dan pencetak generasi penerus bangsa khususnya dimana yang berdomisili dilokasi dan atau lokasi lainnya yang berhubungan dengan keahlian teknis maupun tidak. Mengapa perlu, karena lembaga pendidikan reputasi diakui dan mereka merupakan lembaga kompeten untuk melakukan pengakuan (endoorsment) kepada lembaga atau pihak lain, pemerintah dsbnya. Misalnya UNPAD, IPB dll sesuai ahlinya. Dalam membangun kita membutuhkan semua asupan tenaga, waktu dan pikiran semua pihak. Ini kunci keberhasilan dalam membangun bersama. BUSINESS, lembaga swasta lokal maupun asing juga sangat perlu dilibatkan karena mereka sudah terbiasa dan berpengalaman dalam berusaha. Namun hati-hati jangan sembarangan lembaga swasta yang dilibatkan, tentunya yang memiliki platform yang sama, mempunyai Visi & Misi kebangsaan, ekonomi rakyat/mikro dan Syariah (5 H: Halal, Hearthy, Hiegienist, Healthy, Happiness), dengan menempel yang besar maka kapasitas desa juga akan dapat membesar. COMUNNITY, perlu keterlibatan komunitas adalah dukungan sektor informal, apakah asosiasi, NGO/Lembaga Sosial, LSM, ataupun bisa komunitas kelembagaan spiritual spt NU/Muhammadiyah, Bina Swadaya, dll. Kadangkala, komunitas juga bisa merupakan segmen pasar kita sendiri. Ingat, siapa menguasai komunitas, dia akan menguasai pasar. DISTRICT/DESA, yaitu masyarakat desa nya itu sendiri yang harus terlibat penuh mendukung gerakan ini. ENTREPRENEUR & EXPERTISE, komponen keterlibatan tenaga ahli (expertise) dan semangat wirausahawan penting digalakkan. Berbeda dengan komponen bisnis diatas, lebih kepada dukungan lembaga bisnisnya. Jika entrepreneru ini lebih kepada pengusahanya atau wiraswastawannya sebagai praktisi dan pelaku bisnis. FINTECH, yaitu Financial Technology. Melihat jaman sekarang keterlibatan technology sudah menjadi suatu keharusan, seperti untuk keperluan pendanaan sampai ke e-commerce. GOVERNMENT atau pemerintah, bagaimanapun keterlibatan pembuat regulasi dan kebijakan sangat dibutuhkan untuk memperkuat landasan hukum maupupn justifikasi dukungan dari semua pihak.

 

4. Bina Dana

Pilar ke-4 ini menyangkut perlunya desa memiliki sistem pengelolaan dana tersendiri. GDE akan melatih dan menerapkan sistem finansial desa.net yang akan menghubungkan dengan akses jaringan pembiayaan, pemasaran dll juga terhubung dengan desa-desa lainnya.

 

5. Bina Pasar & Produk Unggulan Desa

Adalah tugas GDE untuk mensertif prudes dengan jaminan 4K (Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas & Kecepatan (ICT/Information, Communication & Technology). Oleh karenan itu setiap prudes yang sudah di sertif oleh GDE akan dimunculkan logo Desa Emas disetiap produknya. Hal ini berarti produk tsb premium dan layak dipasarkan di jaringan Gerakan Desa Emas, sehingga dibuka akses dalam/luar negeri, akses pendanaan dll. Selain itu, GDE membantu daerah/desa tsb untuk membangun pasar mapun outlet (jaringan pasar) guna kepentingan display product desa agar dapat langsung berhubungan dengan konsumen, selain juga GDE memiliki aplikasi digital sendiri yang bisa melangsungkan/memperpendek jalur dari produsen kepada konsumen. Agar produsen (petani, peternak, nelayan, industri desa) dapat menikmati keuntungan lebih, namun juga harga pada konsumen terkoreksi relatif murah agar menimbulkan daya saing terhadap barang” impor. Demikianlah penjelasan singkat dari 5 Pilar Peta Jalan Gerakan Desa Emas agar desa dapat naik kelas.

Photo Bersama, peserta diskusi, KEIN dan Team GDE
Coment atuh

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan