Sejarah Desa

Tahun atau Periode Kepala Pemerintahan Keterangan
………s/d 1902 Bapak. Rd. Nilawijaya (alm) Dibawah kendali Penjajah Belanda Bpk. Rd. Nilawijaya Meminpin Desa Taraju.Beliau mulai menata Desa Taraju  dengan membuat sarana2 sosial atau umum secara gotong royong dengan masyarakat.Bukti dari semua itu maka pada saat itu mulai dibangun saluran air yang besar yang berhulu di Gunung Culabadak untuk mengairi lahan pertanian. Beliau berhenti karena usia yang sudah lanjut.
1902 s/d 1947 Bapak.Rd.S Danamiharja Sadikin / Pa Ikin (alm) Pada Masa kepemimpinan beliau kondisi keamanan masih belum stabil, meski demikian beliau tetap meneruskan berbagai program pembangunan yang telah dirintis sebelumnya dengan cara gotong-royong / kerja bakti.. Pada masa ini Desa Taraju mengalami kemajuan dibidang olah raga seni dan budaya. Karena faktor keamanan, beliau mengungsi ke daerah perkotaan dalam waktu yang cukup lama.
1947 s/d 1952 Bapak. Wargadireja / Pa Warga (alm) Pada periode ini Desa Taraju lebih giat lagi mengembangkan sektor pertanian padi sawah dan padi darat ( huma ) hal ini lebih dikarenakan Bapak Wargadireja adalah seorang petani. Beliau memimpin Desa Taraju selama 5 tahun
1952 s/d 1959 Rd. S Danamiharja Sadikin / Pa Ikin (alm) Setelah kembali dari pengungsian, Rd. S Danamiharja Sadikin / Pa Ikin kembali menjadi Kepala Desa yang kedua kalinya Beliau sangat terkenal dengan smangat kebersamaannya sehingga pada saat ini warga masyarakat Desa Taraju kembali bersatupadu untuk membangun Desa.
1959 s/d 1967 Bapak Sambas (alm) Pada Masa ini Desa Taraju disibukan dengan pemulihan keamanan, karena pada masa ini muncul DI/TII (gorombolan) yang tentunya mengganggu stabilitas keamanan warga. DI/TII sangat meresahkan warga dan mengancam kieamanan warga. Hal ini terbukti dengan adanga terror terhadap warga, terror yang dilakukan oleh DI/TII diantaranya dengan cara melakukan hal hal yang diluar batas kemanusiaan seperti merampas harta kekayaan warga dan bahkan berani membakar rumah warga, namun pada tahun 1965 DI/TII berhasil dilumpuhkan dengan cara pegar betis.
1967 s/d 1968 Kertiker / Bapak. Letnan Tatang (alm) Pada masa ini tidak banyak mengalami perubahan dikarenakan Kepala Desa Taraju dipimpin oleh searang tentara yang sipatnya hanya sementara dan  bertujuan untuk memulihkan keamanan.
1968 s/d 1974 Bapak. Aj. Ili/Lurah Ili

(alm)

Kemudian Pada periode ini Desa Taraju dipimpin oleh Bpk. Aj. Ili beliau sebagai Kepala Desa Taraju yang ke 7. Maka pada Masa kepemimpinanya kali ini beliau banyak memberikan nilai baik buat keberhasilan Desa, bahkan pada periode ini Desa Taraju memulai menata pembangunan sarana dan prasarana salah satunya adalah dengan membangun Gedung Bale Desa secara permanen, Beliau untuk periode ini menjabat selama 6 tahun.
1974 s/d 1975 Bpk. Waliyadin (alm) Kemudian Pada periode ini kepala  Desa Taraju dijabat oleh Bpk. Waliyadin. Beliau pada saat itu mempunyai jabatan sebagai Sekretaris Desa. Pada masa ini tidak banyak perubahan yang berarti dikarenakan beliau hanya menjabat sementara. Pembangunan saat itu cenderung berjalan normal tanpa ada hal yang menonjol.
1975 s/d 1983 Bapak H Isak Koswara Pada tahun tersebut setelah habisnya jabatan pejabat sementara, maka Desa Taraju kembali mengadakan Pemilihan Kepala Desa Secara Langsung dan yang terpilih pada saat itu adalah Bapak H Isak Koswara. Pada masa beliau terjadi pemekaran Desa yang kemudian Desa Taraju dibagi menjadi 2 (dua) Desa yaitu Desa Taraju dan Desa Singasari (tahun 1979) kemudian pada tahun 1983 Desa Taraju kembali dimekarkan menjadi 2 (dua) Desa yaitu Desa Taraju dan desa Banyuasih. Secara langsung beliau menjadi Kepala Desa Banyuasih dikarenakan beliau adalah penduduk/warga Banyuasih. Pada masa kepemimpinan beliau (1974 s/d 1983) banyak mengalami perubahan terutama dibidang pembangunan sarana dan prasarana umum.
1983 s/d 1984 Bapak A Masri (alm) Pada tahun tersebut dikarenakan Bapak H Isak Koswara menjadi Kepala Desa Banyuasih, maka Kepala Desa Taraju dijabat oleh Bapak A Masri yang pada saat itu jabatannya adalah Sekretaris Desa.
1984 s/d 1986 Bapak Rd.Ach.Sapei (alm) Pada tahun tersebut setelah habisnya jabatan pejabat sementara, maka Desa Taraju kembali mengadakan Pemilihan Kepala Desa Secara Langsung dan yang terpilih pada saat itu adalah Bapak Rd.Ach.Sapei. Beliau memimpin Desa Taraju hanya 3 (tiga) tahun dikarenakan beliau sakit dan meninggal dunia.
1986 s/d 1987 Bapak Ending (alm) Setelah berakhirnya Kepemimpinan Bapak Rd.Ach.Sapei yang relatif singkat, maka pada saat itu Kepala Desa Taraju dipimpin oleh Bapak Ending selama 1 Tahun. Beliau pada saat itu mempunyai jabatan sebagai Kepala Desun (Punduh) Panggungsari.
1987 s/d 2006 Bapak Emed Sutarjan (alm) Pada masa kepemimpinan beliau, Desa Taraju kembali mengalami perubahan yang sangat berarti, perubahan ini bisa terlihat dalam segala aspek pembangunan. Beliau berusaha menata Desa dengan berbagai macam pembangunan baik pembangunan sarana umum maupun sarana Pendidikan dan keagamaan. Pada masa beliau banyak sekali mandapat bantuan dari pemerintah diantaranya adalah bantuan Raksa Desa, lalu pada masa ini masyarakat Desa Taraju mulai mengenal Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yaitu mulai tahun 2001 s/d tahun 2006. Dampak dari semua ini Desa Taraju begitu terlihat kemajuannya. Hal ini bisa terlihat dengan adanya pembangunan jalan Desa maupun jalan lingkungan, selain itu pula masyarakat Desa Taraju mengalami kemajuan dibidang ekonomi yang disebabkan oleh banyaknya bantuan dari Pemerintah untuk lebih prodiktif meningkatkan perekonomian  dengan cara memberikan pinjaman modal usaha kepada masyarakat miskin. Pada masa ini pula  Sumber Daya Manusia (SDM) sudah mengalami kemajuan mengingat pada masa ini sudah memasuki tahapan era Milenium. Beliau sagat berperan penting dalam rangka membangun Desa Taraju. Karena beliau sudah berusia lanjut dan sering sakit maka pada tahun 2006 beliau dipanggil menghadap sang khalik.
2006 s/d 2007 Bapak Suparman Pada tahun ini, Bapak Suparman ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Kepala Desa Taraju yang pada saat itu beliau mempunyai jabatan sebagai Ketua RT. Meski dalam waktu yang tidak begitu lama, pada masa ini Desa Taraju mendapatkan bantuan dana dari pemerintah untuk merehabilitasi Bangunan Bale Desa.
2007 s/d 2013 Bapak Suparman Setelah menjabat selama 1 tahun, Bapak Suparman terpilih menjadi Kepala Desa Taraju melalui pemilihan secara langsung. Dibawah kepemimpinan beliau, Desa Taraju mengalami perubahan yang sangat signifikan. Beliau berusaha kembali membangun kesadaran masyarakat untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan dan gotongroyong. Pada masa ini Desa Taraju terlihat labih maju disegala aspek terutama dibidang pertanian, pembangunan sarana dan prasaran, hal ini terbukti banyak sekali pembangunan yang dilaksanakan seperti memperbaiki jalan Desa, jalan setapak, jembatan, bangunan Posyandu, bangunan madrasah terutama yang paling menionjol dan menjadi kebanggaan warga masyarakat Taraju adalah pembangunan Gedung Pertemuan Warga Desa Taraju yang terlihat lebih megah dari masa sebelumnya.
2013 s/d Sekarang Bapak Doni Mulyono,SH Pada Hari Rabu tanggal 3 April 2013 diadakan Pemilihan Kepala Desa Taraju (Pilkades) feriode 2013-2019 yang diikuti oleh 5 (lima) orang calon yaitu :

Nomor urut 1 : Suparman

Nomor Urut 2 : Doni Mulyono

Nomor Urut 3 : H. Jajang Lukman Hakim

Nomor Urut 4 : Asep Kuswandi

Nomor Urut 5 : Iwan Taufik

Pilkades tersebut dimenangkan oleh Bapak Doni Mulyono, sehingga beliau menjadi Kepala Desa Taraju periode 2013 s/d 2019 dan dilantik pada tanggal 10 Mei 2013 oleh Bupati Tasikmalaya (H.Uu Ruzhanul Ulum,SE).

Sejak kepemimpinan beliau terlihat pembangunan di Desa Taraju begitu pesat , karena beliau begitu gigih dengan tekad yang tulus untuk membangun desa bersama sama dengan masyarakat, apalagi beliau masih muda dan berjiwa muda, sehingga jargon politiknya pada waktu itu adalah : “Yang Muda Pasti Bisa” hal ini merupakan implementasi/aktualisasi program beliau yang dituangkan dalam Visi Misi Desa Taraju.

Coment atuh